Analisa Kondisi Ekonomi Indonesia Terkini

              Kemunculan esai artikel ini bermula dari pertanyaan kawan – kawan yg menanyakan tentang bagaimana kondisi ekonomi Indonesia yang sebenarnya? Dan apa yg bisa dilakukan untuk menghadapi kondisi tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu kita harus membahas tentang kondisi ekonomi global. Karena di jaman seperti sekarang ini semua saling terlibat & terkait.

                Kondisi ekonomi global untuk sementara ini sampai dengan tahun 2014 diperkirakan masih terus menunjukkan perbaikan, khususnya ekonomi AS, zona Euro, dan Jepang. Perbaikan ekonomi global inilah yg akan mengimbangi perlambatan pertumbuhan ekonomi yg sekarang sedang terjadi di negara berkembang. Kondisi ekonomi global yg membaik ini, tentu akan berimbas positif terhadap harga komoditas yang akan naik, dikarenakan permintaan yg juga akan naik.

                Sedangkan untuk kondisi ekonomi Indonesia sendiri adalah Indonesia sekarang sedang berada pada siklus perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kenapa Indonesia mengalami deselerasi ekonomi sampai akhir tahun 2013 ini?

Penyebabnya adalah:

1.  Laju inflasi yang tinggi

Indonesia mengalami inflasi yang tinggi dengan kenaikan harga bahan pokok & melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD yg mencapai 12%, puncaknya pada saat perayaan Lebaran. Yang mengakibatkan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 150 bps menjadi 7,25%.

2. Defisit neraca perdagangan

Kita mengalami defisit neraca perdagangan yg cukup besar, mencapai 4,4% terhadap PDB. Dikarenakan impor kita yg masih terus besar ( terutama impor migas, bahan baku, & barang modal ), dan kecilnya ekspor kita ( karena masih lemahnya pasar komoditas )

Seperti kita ketahui bersama bahwa PDB Indonesia dengan menggunakan metode pendekatan pengeluaran terdiri dari: konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor, dan impor.

Inflasi yang tinggi menyebabkan melemahnya daya beli masyarakat kita, ditambah dengan defisit neraca perdagangan ( karena impor > ekspor ). Kombinasi kedua hal inilah yg menyebabkan ekonomi kita mengalami perlambatan pertumbuhan. Sampai dengan akhir tahun 2013 pertumbuhan ekonomi kita diperkirakan disekitar 5,5%. Sedangkan laju inflasi untuk full year 2013 akan berada di 9%.

Laju inflasi yg tinggi akan melunturkan tingkat kepercayaan konsumen, tingkat kepercayaan konsumen yg rendah akan mengurangi permintaan yang tercermin dari penurunan penjualan ritel, penjualan mobil, permintaan kredit bank, dan penjualan semen.

Motor utama penggerak ekonomi Indonesia adalah kombinasi dari konsumsi rumah tangga, investasi, dan pengeluaran pemerintah. Konsumsi rumah tangga didorong oleh besarnya jumlah penduduk Indonesia ( ± 240 juta jiwa ), dan bertumbuhnya kelompok masyarakat berpendapatan menengah. Konsumsi rumah tangga masih bisa tumbuh 4%-5% di tengah berbagai krisis yg melanda ekonomi global.

 

Kemana saja larinya uang yang berasal dari konsumsi rumah tangga?

Menurut survey dari MacKinsey pada tahun 2012, diperoleh data sebagai berikut:

1. Kelompok dengan pendapatan s/d  Rp 47 juta / tahun

Mereka menganggarkan 41% utk makanan & minuman, 15% utk rumah, telpon, dan listrik, 12% untuk busana dan penampilan, 9% untuk kesenangan, 8% utk pendidikan dan kesehatan, dan 8% utk saving & investment, 7% untuk transportasi.

2. Kelompok dengan pendapatan Rp 48 juta / tahun – Rp 127 juta / thn

Mereka menggunakan 28% untuk kebutuhan makanan & minuman, 21% untuk saving & investment, 14% untuk kesenangan, 12% untuk rumah, telekomunikasi & listrik, 11% untuk busana, 10% untuk pendidikan & kesehatan, dan 6% untuk transportasi.

3. Kelompok dengan pendapatan Rp 128 jt / thn – Rp 443 juta / thn

Mereka menggunakan 53% untuk saving & investment, 18% untuk makanan & minuman, 12% untuk kesenangan, 5% untuk busana, 5% untuk pendidikan & kesehatan, 5% untuk rumah, telekomunikasi & listrik, serta 3% untuk transportasi

4. Kelompok dengan pendapatan diatas Rp 444 jt / thn

Kelompok ini menggunakan 80% untuk saving & investment, 8% untuk kesenangan, 7% untuk makanan & minuman, 3% untuk pendidikan & kesehatan, 1% untuk busana, dan <1% untuk sisanya.

Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin besar kebutuhan orang tersebut pada produk jasa keuangan seperti saving & investment. Semakin rendah pendapatan seseorang, maka mereka akan mengalokasikan dananya terutama untuk kebutuhan makanan & minuman, serta untuk busana & penampilan.

Mesin pendorong yang berikutnya adalah Investasi & pengeluaran pemerintah:

–          Permintaan dan konsumsi domestik yang begitu kuat, akan menarik pengusaha baik dalam negeri maupun asing untuk mengembangkan usahanya dan memasuki pasar Indonesia yang besar & potenisal . Ketertarikan pengusaha itu akan diwujudkan dalam bentuk investasi, baik berupa PMA maupun PMDN.

–          Untuk menambah daya saing Indonesia dalam menarik investor asing maka dibutuhkan infrastruktur yg memadai dan modern. Belakangan ini pemerintah serius untuk membenahi dan menambah infrastruktur. Keseriusan tersebut tercermin pada peningkatan pembiayaan infrastruktur melalui APBN.

–          Perbaikan alokasi anggaran dan peningkatan belanja pemerintah dalam bidang infrastruktur & kesejahteraan rakyat ( kesra ) dapat mengerek daya beli masyarakat.

–          Proyek infrastruktur penting yg telah atau sedang diselesaikan adalah: Proyek Pembangkit Listrik 10,000 MW Tahap I, Jembatan Suramadu, Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa, perbaikan sejumlah bandara.

Jadi kesimpulannya adalah Indonesia kedepan memang akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi ( catat: perlambatan pertumbuhan, jadi masih tumbuh! ).

 

About pinarta
Independent stock analyst, investors, and educator.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: