Kinerja Keuangan HRUM semester I 2012

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2012 PT. Harum Energy Tbk (“HRUM”) membukukan pendapatan sebesar $ 583.1 juta naik 71.13% dari periode sebelumnya sebesar $ 340.7 juta. Beban pokok penjualan tercatat sebesar $ 393.2 juta naik 98.34% dari periode sebelumnya sebesar $ 198.2 juta. Kenaikan beban pokok penjualan ini lebih tinggi dari kenaikan penjualan, hal ini menunjukkan bahwa operasional perseroan kurang efisien. Hal ini mengakibatkan kenaikan pada laba kotor hanya sebesar 33.29% menjadi $ 189.9 juta.

Pada semester I 2012 ini HRUM memproduksi batubara sabanyak 6,1 juta ton, berarti HRUM bisa memperoleh ASP $ 95,6 / ton. Tingginya beban penjualan salah satunya disebabkan oleh kenaikan pada harga bahan bakar, oleh karena itu perusahaan akan berusaha untuk melakukan tindakan efisiensi. Tindakan efisiensi yang akan dilakukan adalah: mengimplementasikan program efisiensi bahan bakar, menurunkan penggunaan perealatan yang tidak essential, dan menjadwal ulang proyek yang tidak berkaitan dengan produksi.

Pada sisi liabilitas perseroan membukukan $ 148,4 juta naik 23,7% dari periode sebelumnya. Kenaikan pada sisi liabilitas ini sejalan dengan kenaikan hutang operational pada kontraktor pertambangan. Kenaikan ini sejalan dengan tingkat produksi perseroan yang juga meningkat. Hutang ini termasuk dalam perputaran modal perseroan. Kinerja positif HRUM ini ditopang oleh kenaikan volume penjualan dan didorong oleh kemampuan produksi. Jika HRUM mengejar pertumbuhan kinerja untuk tahun buku 2012 – 2013 dengan cara memperbesar produksi dan volume penjualan, ditengah harga komoditas yang melemah, dan tingginya biaya produksi. Maka dalam jangka panjang akan berdampak kurang baik bagi harga sahamnya.

Pros:

–          Posisi neraca yang kuat.

–          Beban keuangan yang relatif ringan.

–          Pada semester I ini HRUM bisa memperoleh ASP $95,6 / ton lebih tinggi dari rata-rata industri dan indeks harga batubara Newcastle.

–          Kebijakan HRUM yang membagikan porsi deviden cukup tinggi.

 

Cons:

–          HRUM merupakan emiten batubara dengan biaya produksi yang lumayan tinggi

–          Ruang untuk pertumbuhan bagi HRUM sudah terbatas dikarenakan cadangan / reserve batubara yang sudah mulai menipis.

–          Kondisi pasar global batubara yang melemah, yang berakibat pada rendahnya harga jual rata – rata batubara ( ASP ). Akan membuat ASP perseroan pada semester berikutnya turun kira – kira sebesar 10%-13%.

–          HRUM merupakan emiten batubara yang sebagian besar penjualannya berorientasi ekspor ( padahal pasar ekspor, meruapakan pasar yang melemah paling besar akibat dari krisis ekonomi yang dialami oleh negara Barat )

About pinarta
Independent stock analyst, investors, and educator.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: