Kinerja Keuangan PT. Bank Danamon Indonesia Tbk Q3 2011

Kinerja Keuangan PT. Bank Danamon Indonesia Tbk (“BDMN”) pada 9 bulan pertama untuk tahun 2011 adalah:

  • Total loans mencapai IDR 97,4 triliun atau naik 26% dari tahun sebelumnya. Segmen mass market masih menjadi mesin utama pertumbuhan tersebut, dengan tumbuh sebesar 30%.
  • Pendanaan / funding tumbuh sebesar 21% menjadi IDR 87 triliun.
  • Net Interest Margin ( NIM ) / Margin Bunga Bersih Danamon berada di posisi 9.9%
  • Fee Based Income naik 19% menjadi IDR 3 triliun. Didukung oleh fee yang berhubungan dengan kredit, bancassurance, dan asuransi umum. 
  • Laba bersih naik 11% menjadi IDR 2,45 triliun. Posisi ROE menjadi 18,3%
  • Dengan adanya right issue, maka posisi CAR ( Capital Adequancy Ratio ) BDMN sekarang adalah 17,8%.

BDMN memberikan standard yang tinggi dalam pemberian kredit, hal ini mengakibatkan cost of credit over average earning assets naik menjadi 3% dari 3.5% yoy (year on year ) . Biaya operasional BDMN juga naik sebesar 16% menjadi IDR 5,6 triliun karena penambahan cabang di seluruh Indonesia. Laba per saham BDMN menjadi IDR 286 dibandingkan IDR 261 yoy.

 

Laporan Laba Rugi

Dengan kondisi makroekonomi Indonesia yang cukup kondusif, hal ini mendorong kinerja operasional dan finansial BDMN yang membaik juga. Hal ini dapat dilihat dari Total Loans yang berhasil disalurkan BDMN naik 26% menjadi IDR 97,4 triliun yang mengakibatkan BDMN dapat membukukan kenaikan sebesar 8% pada NII ( Net Interest Income ) / Pendapatan Bunga Bersih sebesar IDR 7,97 triliun. Persaingan yang ketat antar bank dalam pemberian kredit di semua segmen, mengakibatkan yield keuntungan turun dari 19,4% menjadi 17,6%.

Pada sisi pendanaan juga terjadi persaingan yang sengit, karena bank memerlukan dana untuk mendanai kredit yang mereka salurkan dan laju pertumbuhan kredit berjalan lebih cepat dari laju pertumbuhan pendanaan maka biaya dana / cost of fund naik dari 5,4% menjadi 5,6%. 

Sisi pendapatan bank yang non interest berhasil membukukan kenaikan sebesar 19% menjadi IDR 3 triliun. 73% merupakan pendapatan berupa fee dari pemberian kredit, 6% dari bancassurance ( kemitraan strategis dengan PT. Asuransi Jiwa Manulife ), dan 12% dari asuransi umum. Pendapatan bank non bunga ini berkontribusi sebesar 27% dari total pendapatan operasional bank.

Biaya operational bank membengkak sebesar 16% menjadi IDR 5,63 triliun dari IDR 4,84 triliun tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh penambahan tenaga kerja, kenaikan gaji karyawan, program marketing dan promosi yang intensif, dan dampak dari inflasi. Bank juga terus berinvestasi demi masa depan dengan terus memperluas jaringannya ( cabang konvensional, maupun ATM ). Hal ini dan mengecilnya margin keuntungan karena kompetisi mengakibatkan cost to income ratio membesar menjadi 51,3% dari 48,9% yoy.

Neraca

Dengan kondisi lingkungan operasional yang kurang mendukung maka NPL BDMN mengalami kenaikan menjadi 3,1% dari 2,9%. Adira Finance sebagai anak usaha BDMN melakukan penjualan obligasi sebesar IDR 2 triliun, dan BDMN melakukan right issue sebesar IDR 5 triliun. Maka likuiditas bank yang tercermin dalam LDR mencapai 88,9% ( vs 93,4% in 3Q10 )

 

About pinarta
Independent stock analyst, investors, and educator.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: